Skincare

Produk Drugstore Favorit 2016

Akhirnya bisa juga membahas produk drugstore favorit untuk tahun 2016 kemarin. Memang udah sering banget menerima masukan untuk membahas produk drugstore di blog karena harganya yang lebih masuk untuk kantung anak kuliahan sampai orang yang sudah bekerja.
Produk yang akan saya bahas di sini adalaj produk yang dapat ditemukan di drugstore Indonesia, khususnya Jakarta karena produk drugstore yang berasal dari luar negri seperti Jepang dan Prancis kadang saat sampai di Indonesia harganya sudah naik sekian persen bahkan sampai masuk kategori high end.

Semua yang saya tulis di sini adalah produk yang sudah saya beli dan pakai sendiri. Beberapa di antaranya sudah pernah repurchase dan mungkin akan terus saya gunakan selama tidak ada penolakan dari kulit saya. Memang di bawah ini saya tidak menuliskan pelembab atau serum karena jujur belum saya temukan satu pun pelembab atau serum dari drugstore yang bisa diterima dengan baik di muka saya.

Yuk kita mulai

img_0078
Continue reading “Produk Drugstore Favorit 2016”

Iklan
Skincare

Must Review :Lancome Energie De Vie The Smoothing & Glow Boosting Liquid Moisturizer

Hai! Akhirnya bisa kembali setelah curi curi menulis ketika pelayanan sedang longgar karena kalau misalnya nunggu sampe rumah dulu, pasti ga akan kekejar untuk nulis di blog udah keburu repot sama anak suami dan lain-lain.

Jadi sebetulnya saya mau menulis mengenai Cetaphil Oily Cleanser, udah jalan tiga perempat tulisan kemudian sadar ada sesuatu yang missed. Akhirnya Cetaphil Oily Cleanser saya tunda mungkin untuk bulan Januari dengan judul Produk Drugstore Favorit 2016.

Karena itu hari ini saya akan menulis mengenai moisturizer yang menduduki posisi pertama sejak pertama kalinya saya mencoba moisturizer ini. Saya akui terpacu mencoba moisturizer ini karena memang strategi marketingnya bagus, packagingnya super cantik dan paling hepinya karena kualitasnya sesuai dengan promosi dan harganya. I am gonna say, this moisturizer worth every penny!

Continue reading “Must Review :Lancome Energie De Vie The Smoothing & Glow Boosting Liquid Moisturizer”

NIP+FAB, Shu Uemura, Skincare

A Review : NIP+FAB Glycolic Fix Daily Cleansing Pads

Seharusnya saya ngepost review ini sejak beberapa minggu yang lalu, sayangnya tetep aja ternyata saya harus menunda cukup lama karena urusan administrasi untuk kembali ke dunia persilatan yang memakan banyak waktu dan tenaga.

Seperti janji saya, kali ini saya akan membahas mengenai exfoliating toner lagi. Bedanya kali ini dalam bentukan pads.DSC_0129

Continue reading “A Review : NIP+FAB Glycolic Fix Daily Cleansing Pads”

Anastasia Beverly Hills, Makeup

Recent Favorite Liquid Lipsticks : Anastasia Beverly Hills Liquid Lipstick

Udah hampir berakhir bulan September ini dan saya baru sadar bulan ini saya cuma nulis sekali. Mulai sekarang mau rajin nulis supaya blog ini tetap jalan, otak tetap waras dan bisa berbagi banyak hal haha.

Oke langsung aja, kali ini saya ga membahas soal skincare karena regime saya belum banyak berubah dari post sebelumnya, hanya ada tambahan exfoliating pads yang saya sukai dan akan saya post di review selanjutnya.

Setelah galau selama berbulan-bulan akibat tekad untuk puasa belanja lipstick, akhirnya saya berbuka puasa dengan menitip dua lipstick Anastasia Beverly Hills (ABH) yang udah lama ada di posisi teratas bucket list lipstick pada teman saya yang berkunjung dari Kanada, lumayan, dua lipstick saya bisa hemat 130.000 karena selisihnya kurang lebih 65.000 dengan OL Shop di Indonesia.

Jadi pencarian saya terhadap liquid lipstick sempat terhenti setelah saya puas dengan kualitas Girlactik (meskipun ada satu shade Girlactik yang flaky parah bikin bete) dan Lime Crime. Kemudian saya sempat maju mundur beli ABH karena ada aja review orang yang bilang kering dan lengket meskipun itu hanya satu – dua orang. Lalu setelah saya memutuskan beli dan saya mencobanya sendiri – well, so far this is one of the best liquid lipstick I’ve ever tried.

Saya membeli dua shades, yaitu Ashton dan Kathryn. Saya baru mencoba yang Ashton karena yang  Kathryn saya simpan untuk backup kalau Lime Crime Riot sudah habis, mengingat warnanya mirip tetapi Kathryn sedikit lebih merah.

Yuk kita mulai

Continue reading “Recent Favorite Liquid Lipsticks : Anastasia Beverly Hills Liquid Lipstick”

Brand, Kiehls, SK-II, Skincare

Breakout Routine

Hai, akhirnya saya menulis lagi di tanggal 1 September ini. Saya ga sempat untuk menulis banyak di bulan Agustus meskipun banyak sekali ide bermnculan di kepala saya tetapi sangat sedikit waktu yang saya punya untuk membuka laptop dan menulis. Bulan Agustus terlalu penuh naik turun, mulai dari sibuk karena OL Shop saya lagi ngadain clearance sale besar besaran (yes, I still have few items left especially Bourjoise Rouge Velvet & Souffle de Velvet & Girlactik. Cek aja IG @beautystash.byins, semuanya sale kok, kalau ga diupload itu karena ga sempet aja upload ke IG lagi, langsung japri aja tanya harganya haha *lah kok promosi*) sampai kejadian yang paling bikin saya down di minggu terakhir Agustus dimana anak saya harus dirawat karena Demam Dengue (ya, musim musim yang ga jelas kayak sekarang memang musimnya penyakit virus apalagi DBD, jadi pastikan kita menjaga kondisi optimal) dan Riau mulai berasap lagi, seriusan orang – orang ini apa ga pernah belajar dari pengalaman? Atau terlalu bodoh? Mereka butuh bukti apalagi sih supaya berhenti bakar lahan – DAN BAKAR SAMPAH! HELLAW HARI GINI! *kemudian emosi*)

Oke kita masuk aja ke intinya daripada blunder ke isu isu lain yang ga ada hubungannya dengan judul.

Jadi di bulan Juli akhir saya baru saja pindah ke rumah saya di Pekanbaru, dimana sebelumnya saya selalu tinggal di wisma perusahaan yang AC 24 jam dan airnya berkaporit karena memang kualitas airnya jelek sehingga harus diolah sedemikian rupa sebelum dipakai. Di rumah saya sendiri, AC tidak tersedia di semua ruangan dan airnya tidak berkaporit karena di rumah saya alhamdulillah sumber airnya bagus. Hal ini tentunya mengubah kondisi kulit saya dari yang awalnya kering menjadi dehidrasi-berminyak-pori tersumbat dimana mana.

Saat saya menulis tulisan ini, saya baru sadar harusnya saya foto muka saya ketika breakout, tetapi kemarin saya ga kepikiran karena melihat muka di kamera depan untuk selfie saja saya malas.

Break out yang saya maksud adalah : jerawat di kening dan dagu kayak ga selesai selesai plus muka saya di area pipi geradakan banget tidak terlihat seperti ada komedonya tapi kok kayak jendul-jendul dan kalau dilihat di kaca juga seperti tidak rata.

Hal ini sempat berlangsung sebulan sampi akhirnya saya gerah sendiri dan mengevaluasi skincare routine saya yang mungkin butuh penyesuaian di lingkungan baru.

Nah terus sekarang, kenapa saya bisa mengatakan kondisi kulit saya di lingkungan baru dehidrasi-berminyak? Karena di rumah ini saya benar-benar berkeringat dan suhunya benar – benar panas mengerikan. Analoginya begini : kalau kita mnejemur pakaian di depan AC dan di bawah matahari jam 12 siang – sama sama kering kan? bedanya yang di bawah matahari udah jadi panas dan kaku saking keringnya. Itulah yang terjadi pada kulit kita. Penguapan cairan berlebihan + Adanya kosmetik (bentuk apapun, ntah primer ntah CC ntah BB cream) yag menyumbat pori kita. Kosmetik meskipun klaimnya nonkomedogenik tapi tetap ada beberapa yang akan menyebabkan komedo jika bereaksi dengan keringat, jadi amannya, kalau mau keringetan sebaiknya skip kosmetik yang nutupin pori.  Penguapan cairan berlebihan –> kulit dehidrasi –> merespon dengan meningkatkan produksi minyak, bertujuan agar pertahanan kulit tetap terjaga.

Kulit yang kering tidak bisa mengelupaskan sel kulit mati dengan baik –> menyumbat pori –> bergabung dengan sisa makeup –> dynamic duo bruntusan

Produksi minyak meningkat ketemu sama pori pori tersumbat ya udah wasalam. Jadilah bruntusan geradakan.

Jadi produk seperti apa yang saya pilih untuk kondisi seperti ini?

Continue reading “Breakout Routine”

Skincare

Recommended Sunblock : ANESSA Perfect UV Sunscreen Aqua Booster SPF 50/ PA ++++

Halo! Baru mulai nulis review lagi karena sebulan ini sejak balik mudik lagi sibuk banget, mulai dari ngurus peritilan rumah yang baru akan ditempati setelah sekian lama sampai biasalah kegiatan emak – emak sehari hari ngurus anak.

Sebetulnya ada beberapa produk yang mau aku review tapi berhubung aku impress banget sama sunblock satu ini dan sunblock termasuk kebutuhan primer di kancah per-skincare-an makanya review ini aku nomor satukan.

Okay kita mulai, yang namanya sunblock itu adalah barang yang paling wajib dipakai dan fungsinya tetep ga bisa digantikan oleh foundation, primer, maupun bedak berSPF. Dari sekian pembaca blog saya pasti ada yang mengandalkan SPF dari makeup semacam foundation/ BB/ CC Cream, sedangkan saya termasuk yang menggunakan sunblock sesuai aturan sebelum lanjut ke makeup.

Kenapa? Karena menggunakan sunblock itu ada takarannya, kalau saya kurang lebih seperempat sendok teh untuk wajah dan leher, kalau kita sengaja hemat-hematin pakai sunblock jauh dari takaran yang sesuai nah perlindungannya tentu ga maksimal. Sehingga kalau kita mengandalkan SPF dari makeup, well good luck aja pake foundation seperempat sendok teh apa mukanya ga jadi kayak didempul? Sedangkan kalau foundationnya hanya kita dab dab di area tertentu apa perlindungannya akan sama untuk seluruh area wajah? Pastinya nggak dong. Jadi untuk amannya, saya selalu menggunakan sunblock dulu seluruh wajah – tunggu menyerap – baru saya lanjutkan dengan makeup di spot spot yang saya butuhkan.

Nah memilih sunblock menurut saya sangat tricky. Saya sudah mencoba beberapa produk sunblock sejak betul betul lepas dari perawatan dokter. Mulai dari Lancome – Kiehls – Biore – yang terakhir Anessa ini (anak dari Shiseido). Dan yang paling mencuri hati saya adalah Anessa. Padahal saya nyobanya ga sengaja.

Produk Siapa sih Anessa ini?

Jadi Anessa ini adalah produk dari Jepang, lebih tepatnya ada di bawah Shiseido. Produk ini bisa ditemukan di drugstore Jepang, saya sendiri beli dari OL Shop yang membuka PO ke Jepang dengan harga IDR400k++ untuk 60ml


img_8447

Continue reading “Recommended Sunblock : ANESSA Perfect UV Sunscreen Aqua Booster SPF 50/ PA ++++”

Makeup, Yves Saint Laurent

My First Cushion Experience : Yves Saint Laurent Le Cushion Encre de Peau

Halo! Aku kembali di sela-sela huru hara mudik (iye, gua mudik sebulan amat). Jadi perjalanan udah dimulai sejak hari Rabu tanggal 15 Juni kemarin, mulai dari Pekanbaru – Batusangkar (kampuan ambo!) – Padang – Jakarta – lalu sampailah saya di kota tujuan untuk mudik tahun ini, BALIKPAPAN! (ya ini mudik ke tempat mertua sebetulnya, tapi berhubung saya menghabiskan 15 tahun hidup saya di kota ini jadi ya saya hepi banget mudik kesini.

 

Jadi hari ini saya mau membahas pengalaman cushion pertama saya, mungkin ga akan sedetail bahasan saya soal skincare yang sampe ngulik ngulik ingredients, but I’ll try my best hehehe.

Okay jadi perlu saya jelaskan kalau saya bukanlah penggemar makeup Korea, mulai dari dewy yang berlebihan seperti lampu disko sampai bibir gradasi, well I am not a fan. Bukan karena saya haters barang Korea, tapi karena dulu sekitar tahun 2011/2012 ketika awal saya mengenal makeup, justru makeup yang saya pakai adalah brand Korea. Saat itu BB Cream baru booming dan berhubung saya ga ngerti kalau makeup harus mulai browse dari mana akhirnya saya manut trend (Well, actually saya saranin banget kalau ada teenage yang baca blog saya dan mau mulai makeup coba baca review di forum FD, forumnya ya bukan yang sortir berdasar brand, saya suka banget sih baca yang sortir berdasarkan brand tapi kadang ada yang reviewnya cuma segaris apa banget dan kita ga bisa baca detail. Makanya saya saranin bikin member terus buka forumnya).

Nah BB Cream dari Korea itu membuat kulit saya grey-ish jadi berkesan ghostly daaaan berkilau layaknya lampu disko. Saat itu, saya ga merasa itu masalah, karena saya betul-betul selugu itu loh! Nyari shade ga ngerti, kulit saya butuh yang seperti apa pun saya ga ngerti!

Alhasil BB Cream tersebut terlalu berminyak dan membuat pipi saya bruntusan sangat parah. Hancur se hancur hancurnya. Hal ini membuat saya takut sama makeup dan anti banget sampe akhirnya saya perlu foto prewed dan MUA saya menjelaskan kalau BB Cream memang ditujukan buat kulit kering dan brand Korea yang masuk Indo memang tidak ditujukan buat kulit sensitif. Da! Itulah point dimana saya menjauhkan diri dari brand Korea, mulai dari skincarenya yang wangi ga tertolong sampai makeupnya yang berminyak.

 

Sekian lama, bahkan sampai hari ini skincare dan makeup saya didominasi oleh Jepang, Prancis dan US. Untuk makeup favorit saya masih di NARS, Estee Lauder, Chanel dan YSL. Ketika trend cushion bermunculan dipelopori oleh brand Korea, saya bodo amat. Kemudian Lancome memunculkan cushionnya – masih bodo amat- karena kebanyakan barang Lancome yang saya coba berminyak tapi bagusnya- ga bikin break out. Lalu YSL ngeluarin cushion. Nah! Baru saya gregetan pingin coba, bahkan sempet ada yang 200 orang pertama bisa dapet gravir nama. Maju mundur maju mundur. Pas beli, bagian gravir nama udah tutup order. SEDIH! Tapi yaudahlah yang penting dapet cushionnya.

Packaging

img_8112

Black – Gold. Kombinasi warna kesukaan saya memang hitam dan emas. Nuff said, saya cinta banget packagingnya. Plus cerminnya besar dan nyaman banget di genggaman tangan.

img_8114-1
Ya isinya ga perlu dijelaskan lagi lah ya, seperti pada umumnya cushion, Sponge berpori besar dengan aplikator kayak sponge bedak biasa.

Untuk tampilan swatchnya bisa dilihat yang kena ke sticker penyegelnya, saya menggunakan shade yang B50, kurang lebih ini setara dengan MAC NC 30-35 lah.

img_8115
img_8113
Oh ya, ternyata cushion ini MADE IN KOREA! Ya, awalnya saya agak takut pas baca, tapi yaudahlah namanya teknologi cushion yang pertama invent juga dari Korea jadi mungkin formulasi zatnya aja yang dibedain dikit, saya harap disesuaikan sama foundation YSL yang Fusion Ink.

Pemakaian

I’m in love. Jadi waktu diaplikasiin menurut saya coveragenya sheer – medium dan blends really well dengan kulit saya plus ada wanginya sedikit tapi langsung hilang kok, tidak seperti merk tetangga yang wanginya ga hilang hilang sampai sinetron Tersanjung tamat (Indonesian fellas you know this tv series, right?)

Awalnya setelah dipakai memang agak lengket tapi tidak parah. Kemudian saya mengaplikasikan blush on gel, alis, maskara nah yang terakhir baru saya dab dab pakai tisu lalu saya aplikasikan bedak. Bagi para spesialis makeup di luar sana tolong jangan protes urutan dandan saya yak hahaha, saya ga suka aja mengaplikasikan bedak di alas yang masih terasa basah sekali. Tanpa bedak cushion ini finishnya semi matte tapi sama sekali tidak seperti topeng, your skin but better.

Nah waktu itu pemakaian seperti ini saya bawa untuk pergi ke ACE Hardware di Panam Square Pekanbaru jam 1 siang yang SUPER PANAS dan keringetan parah sekali, selama ini saya belum pernah punya pengalaman baik dengan makeup kalau dipakai panas-panasan, biasanya pada jadi cakey terus pori pori kayak lebih besar daripada ga pake apa apa sama sekali, nah beda dengan YSL ini, meskipun dipake keringetan super gila hari itu, dia tetep cling dan berhasil bikin muka saya tetap fresh, sama sekali ga pecah meskipun dibagian wajah saya yang berminyak dan berkeringat. Sayangnya hari itu saya ga berbekal kamera yang mumpuni sehingga belum bisa melengkapi foto before-after.

Oh iya kulit saya super sensitif sehingga seandainya kena makeup yang ga cocok atau ada makeup yang susah dibersihkan atau makeup dipakai keringetan biasanya muncul jerawat cystic atau bruntusan, nah alhamdulillah banget dengan YSL Cushion ini ga muncul bruntusan maupun jerawat cystic. LOVE banget pokoknya.

Tetapi meskipun katanya cushion ini paling nyaman untuk kulit berminyak menurut saya kalau orang kulitnya sangat berminyak tetep akan terasa kurang nyaman karena dia agak lengket saat bedaknya sudah hilang meskipun tampilannya masih cantik.

Harga

Yah, ini YSL, kita taulah standar harganya berapa.

Rp895.000, untuk harga refill saya belum pastikan berapa.

Super pricey tapi dengan hasil, ketahanan, dan tentunya kepraktisan yang diberikan untuk orang yang super sibuk (plus ga bikin break out sesudah dipakai panaspanasan) – this worth the money.

Repurchase?

Absolutely YES! but not right away. I am not a makeup person jadi cushion ini bukan sesuatu yang urgent bagi saya. Lagi pula masih ada beberapa foundation yang harus saya habiskan dan mereka juga tidak kalah bagusnya dan tentunya akan saya review juga di post yang lain.

 

Okay sekian dari saya, maaf untuk kurang lebihnya soal review makeup memang agak sulit karena saya bukan seorang makeup junkie jadi belum bisa terlalu banyak membandingkan. But this one, this cushion really worth every penny. LOVE IT YSL! As always!

 

 

Balikpapan, 10 Juli 2016