Benefit, Make Up For Ever (MUFE), Makeup

Primer Battle : Benefit Porefessional vs MUFE Smoothing Primer [BAHASA]

Mencoba untuk produktif tengah malam sebelum besok kembali dinas pagi dan berharap tulisan ini bisa diselesaikan sebelum jam 12 malam. Malam ini aku mau membahas tentang primer. Sebelum kita masuk ke topik bahasan, sebaiknya dijelaskan dulu apa itu primer dan fungsi serta pemilihannya secara garis besar.

Sedikit mengingatkan bahwa saya bukan seorang make up artist dan tentunya juga bukan make up expert. Semua tulisan disini berdasarkan pengetahuan saya secara umum.

img_2139
Continue reading “Primer Battle : Benefit Porefessional vs MUFE Smoothing Primer [BAHASA]”

Iklan
Haircare, OGX, Shampoo

My Holy Grail Shampoo and Conditioner : OGX Biotin & Collagen

Satu bulan lebih vakum dari blog. Banyak sebetulnya yang mau ditulis tapi waktunya bener-bener susah karena sekarang udah masuk jadwal di RS jadi ga selonggar di puskesmas (elah, nes. kamu di puskesmas aja nulis cuma sebulan sekali).

Mumpung ada waku, saya pingin nulis tentang shampoo dan conditioner yang menurutku penyelamat banget di saat rambutku bertingkah kemarin.

Jadi gini kronologinya. Waktu itu saya sempet potong rambut di salah satu salon di Pekanbaru yang jadi store resmi juga buat shampoo high end yang biasa ditemukan di Jakarta, kebetulan di Pekanbaru salon resminya cuma satu itu. Saat itu tujuan saya hanya untuk potong rambut tapi ternyata kalau di salon ini wajib cek kodisi kulit kepala terlebih dahulu. Didapatkanlah hasilnya kulit kepala saya ketombe + sensitif. Lalu direkomendasikanlah shampoo high end tersebut. Nah saya seumur-umur ga pernah pake shampoo mahal. Dari kuliah saya stick dengan Herbal Essence, masalahnya, Herbal Essence susah banget ditemukan di Pekanbaru dan mungkin karena udah kelamaan juga pake Herbal Essence, kulit kepala saya juga mungkin berubah kondisinya atau air Pekanbaru beda kondisinya dengan air di tanah Jawa, akhirnya saya merasa rambut saya belakangan lebih gampang berminyak dan berketombe, untuk masalah rontok, rambut saya rontok dalam batas normal.

Harga shampoo high end tersebut sekitar 375.000 untuk 250ml dan 300 sekian untuk conditionernya. Awal saya pakai yang saya rasakan rambut saya jadi keset dan sedikit rontok, ketombe tidak berkurang, conditioner mereka yang mahal itu juga ga banyak memberikan bantuan. Sempat repurchase botol kedua sampe akhirnya ngerasa kok rambut saya makin tipis dan kering, ga kayak dulu waktu kata mereka “ketombean”, rasanya rambut saya rasanya ga gampang rontok, ketombe itu pun kalau dicari cari banget baru ditemukan. Dan parahnya, rambut saya juga jadi sangat susah disisir, frustasi banget sampai akhirnya ga pernah saya sisir karena nyangkut dan melilit dimana mana.

Akhirnya saat botol kedua habis, saya memutuskan ga akan repurchase lagi dan kembali ke Herbal Essence. Tapi beneran ternyata Herbal Essence saya yang dulu itu botol terakhir yang bisa ditemukan di Pekanbaru, akhirnya saya beli shampoo apa aja yang bisa ditemukan di supermarket.

Dan saat itulah kegilaan semakin bertambah. Rambut saya langsung rontok PARAH banget saat shampoo high end tersebut diganti. Setiap keramas, sejumput ketarik. Setiap ikat rambut atau sisiran, makin banyak. Makin pusing dong. Dan ga mau kembali ke shampoo high end tersebut karena bukannya selesaikan masalah malah nambah. Yang awalnya cuma ketombe kalau dicari – cari sama berminyak dalam 24 jam kenapa sekarang jadi ketombe + minyak + rambut kering + rontok +ga bisa disisir?

Akhirnya saya browsing. Terus saya sempat melihat alah satu selebgram yang saya follow di instagram promosi haircare kesukaan dia, yaitu OGX yang versi moroccan oil. Hmmm di situlah saya mulai penasaran dengan OGX. Lalu saya ingat-ingat lagi rasanya shampoo ini mudah ditemukan di Jakarta. Tapi kemana mau dicari kalau di Pekanbaru? Nah di OL Shop yang direkomendasikan si selebgram pun, varian OGX yang ditawarkan terbatas sekali. Akhirnya saya nunda untuk beli OGX ini sampai entah kapan mau ke Jakarta. Tapi yang namanya rezeki memang ga ada yang tau ya, waktu itu mampir ke Century Pekanbaru di Jalan Sudirman, banyak varian OGX, langsung lah saya beli yang varian Biotin + Collagen.

Yuk kita mulai.

Continue reading “My Holy Grail Shampoo and Conditioner : OGX Biotin & Collagen”

Chanel, Makeup

Chanel CC Cream

Di sore hari, di sela-sela menjaga gedung dan sudah mulai bosan akhirnya memutuskan untuk menulis lagi, kali ini mengenai kosmetik, salah satu yang sering saya pakai meski ga tiap hari.

Chanel CC Cream SPF 50

Jujur saja, awalnya mencoba review CC Cream ini saya ragu karena review yang beragam. Review dari orang orang terdekat saya produk ini sangat bagus, bahkan seorang teman pria saya menggunakannya untuk harian karena suka efek freshnya (ya, cowok juga mau kali kelihatan fresh). Sayangnya, saya masih maju mundur karena kebanyakan beauty influencer Indonesia menilai CC Cream Chanel tidak cocok untuk area Indonesia yang panas dan lembab. Akhirnya setelah maju mundur, saya memutuskan mencoba CC cream ini, tentunya setelah membaca banyak refrensi mulai dari Bahasa Inggris- Bahasa Indonesia.

Jadi CC Cream Chanel yang saya pakai adalah CC Cream yang sudah direformulasi, yang awalnya SPF 30 sekarang jadi SPF 50. Dan menurut saya yang sudah direformulasi ini bagus banget, saya sama sekali ga menemukan keluhan.

Oke, mungkin untuk awalnya banyak yang bingung. Apa sih perbedaan CC Cream dan BB Cream?

Kalau menurut saya pribadi yang awam banget soal makeup secara keseluruhan sih, BB dan CC Cream ini cuma istilah marketing aja. Tapi mari kita lihat penjelasannya.

Blemish Balm (BB) Cream ini awalnya populer banget di Korea yang ditujukan untuk kulit yang bermasalah, bukan karena akan memperbaiki kondisi jerawat tapi karena coveragenya cukup tinggi sehingga bisa menutupi kekurangan kulit kita. Sama seperti alas bedak pada umumnya tapi ada kandungan SPF dan antioksidan. Nah tapi ada perbedaan antara BB Cream produksi brand-brand Asia dan brand Eropa. Dimana brand Asia tekstur BB Creamnya lebih kental dan (menurut pengalaman saya) sulit diratakan sedangkan kalau BB Cream Eropa teksturnya lebih ringan, mirip tinted moisturizer.

Color Correcting (CC) Cream jadi ini sesuai namanya, ditujukan buat kulit yang masalahnya adalah warna kulit tidak rata. Misalnya merah-merah atau kehitaman bekas jerawat. Karena tujuannya hanya untuk menyamakan warna kulit, teksturnya lebih ringan dari BB Cream.

Teorinya sih begitu. Tapi kenyataannya banyak banget kok foundation yang bertekstur jauuuuh lebih ringan daripada CC dan BB Cream. Sehingga bagi saya kesimpulannya ini hanya istilah marketing.

Oke, Yuk kita mulai membahas CC Cream Chanel

img_0333 Continue reading “Chanel CC Cream”

Skincare

Produk Drugstore Favorit 2016

Akhirnya bisa juga membahas produk drugstore favorit untuk tahun 2016 kemarin. Memang udah sering banget menerima masukan untuk membahas produk drugstore di blog karena harganya yang lebih masuk untuk kantung anak kuliahan sampai orang yang sudah bekerja.
Produk yang akan saya bahas di sini adalaj produk yang dapat ditemukan di drugstore Indonesia, khususnya Jakarta karena produk drugstore yang berasal dari luar negri seperti Jepang dan Prancis kadang saat sampai di Indonesia harganya sudah naik sekian persen bahkan sampai masuk kategori high end.

Semua yang saya tulis di sini adalah produk yang sudah saya beli dan pakai sendiri. Beberapa di antaranya sudah pernah repurchase dan mungkin akan terus saya gunakan selama tidak ada penolakan dari kulit saya. Memang di bawah ini saya tidak menuliskan pelembab atau serum karena jujur belum saya temukan satu pun pelembab atau serum dari drugstore yang bisa diterima dengan baik di muka saya.

Yuk kita mulai

img_0078
Continue reading “Produk Drugstore Favorit 2016”

Skincare

Must Review :Lancome Energie De Vie The Smoothing & Glow Boosting Liquid Moisturizer

Hai! Akhirnya bisa kembali setelah curi curi menulis ketika pelayanan sedang longgar karena kalau misalnya nunggu sampe rumah dulu, pasti ga akan kekejar untuk nulis di blog udah keburu repot sama anak suami dan lain-lain.

Jadi sebetulnya saya mau menulis mengenai Cetaphil Oily Cleanser, udah jalan tiga perempat tulisan kemudian sadar ada sesuatu yang missed. Akhirnya Cetaphil Oily Cleanser saya tunda mungkin untuk bulan Januari dengan judul Produk Drugstore Favorit 2016.

Karena itu hari ini saya akan menulis mengenai moisturizer yang menduduki posisi pertama sejak pertama kalinya saya mencoba moisturizer ini. Saya akui terpacu mencoba moisturizer ini karena memang strategi marketingnya bagus, packagingnya super cantik dan paling hepinya karena kualitasnya sesuai dengan promosi dan harganya. I am gonna say, this moisturizer worth every penny!

Continue reading “Must Review :Lancome Energie De Vie The Smoothing & Glow Boosting Liquid Moisturizer”

NIP+FAB, Shu Uemura, Skincare

A Review : NIP+FAB Glycolic Fix Daily Cleansing Pads

Seharusnya saya ngepost review ini sejak beberapa minggu yang lalu, sayangnya tetep aja ternyata saya harus menunda cukup lama karena urusan administrasi untuk kembali ke dunia persilatan yang memakan banyak waktu dan tenaga.

Seperti janji saya, kali ini saya akan membahas mengenai exfoliating toner lagi. Bedanya kali ini dalam bentukan pads.DSC_0129

Continue reading “A Review : NIP+FAB Glycolic Fix Daily Cleansing Pads”

Anastasia Beverly Hills, Makeup

Recent Favorite Liquid Lipsticks : Anastasia Beverly Hills Liquid Lipstick

Udah hampir berakhir bulan September ini dan saya baru sadar bulan ini saya cuma nulis sekali. Mulai sekarang mau rajin nulis supaya blog ini tetap jalan, otak tetap waras dan bisa berbagi banyak hal haha.

Oke langsung aja, kali ini saya ga membahas soal skincare karena regime saya belum banyak berubah dari post sebelumnya, hanya ada tambahan exfoliating pads yang saya sukai dan akan saya post di review selanjutnya.

Setelah galau selama berbulan-bulan akibat tekad untuk puasa belanja lipstick, akhirnya saya berbuka puasa dengan menitip dua lipstick Anastasia Beverly Hills (ABH) yang udah lama ada di posisi teratas bucket list lipstick pada teman saya yang berkunjung dari Kanada, lumayan, dua lipstick saya bisa hemat 130.000 karena selisihnya kurang lebih 65.000 dengan OL Shop di Indonesia.

Jadi pencarian saya terhadap liquid lipstick sempat terhenti setelah saya puas dengan kualitas Girlactik (meskipun ada satu shade Girlactik yang flaky parah bikin bete) dan Lime Crime. Kemudian saya sempat maju mundur beli ABH karena ada aja review orang yang bilang kering dan lengket meskipun itu hanya satu – dua orang. Lalu setelah saya memutuskan beli dan saya mencobanya sendiri – well, so far this is one of the best liquid lipstick I’ve ever tried.

Saya membeli dua shades, yaitu Ashton dan Kathryn. Saya baru mencoba yang Ashton karena yang  Kathryn saya simpan untuk backup kalau Lime Crime Riot sudah habis, mengingat warnanya mirip tetapi Kathryn sedikit lebih merah.

Yuk kita mulai

Continue reading “Recent Favorite Liquid Lipsticks : Anastasia Beverly Hills Liquid Lipstick”