Haircare, OGX, Shampoo

My Holy Grail Shampoo and Conditioner : OGX Biotin & Collagen

Satu bulan lebih vakum dari blog. Banyak sebetulnya yang mau ditulis tapi waktunya bener-bener susah karena sekarang udah masuk jadwal di RS jadi ga selonggar di puskesmas (elah, nes. kamu di puskesmas aja nulis cuma sebulan sekali).

Mumpung ada waku, saya pingin nulis tentang shampoo dan conditioner yang menurutku penyelamat banget di saat rambutku bertingkah kemarin.

Jadi gini kronologinya. Waktu itu saya sempet potong rambut di salah satu salon di Pekanbaru yang jadi store resmi juga buat shampoo high end yang biasa ditemukan di Jakarta, kebetulan di Pekanbaru salon resminya cuma satu itu. Saat itu tujuan saya hanya untuk potong rambut tapi ternyata kalau di salon ini wajib cek kodisi kulit kepala terlebih dahulu. Didapatkanlah hasilnya kulit kepala saya ketombe + sensitif. Lalu direkomendasikanlah shampoo high end tersebut. Nah saya seumur-umur ga pernah pake shampoo mahal. Dari kuliah saya stick dengan Herbal Essence, masalahnya, Herbal Essence susah banget ditemukan di Pekanbaru dan mungkin karena udah kelamaan juga pake Herbal Essence, kulit kepala saya juga mungkin berubah kondisinya atau air Pekanbaru beda kondisinya dengan air di tanah Jawa, akhirnya saya merasa rambut saya belakangan lebih gampang berminyak dan berketombe, untuk masalah rontok, rambut saya rontok dalam batas normal.

Harga shampoo high end tersebut sekitar 375.000 untuk 250ml dan 300 sekian untuk conditionernya. Awal saya pakai yang saya rasakan rambut saya jadi keset dan sedikit rontok, ketombe tidak berkurang, conditioner mereka yang mahal itu juga ga banyak memberikan bantuan. Sempat repurchase botol kedua sampe akhirnya ngerasa kok rambut saya makin tipis dan kering, ga kayak dulu waktu kata mereka “ketombean”, rasanya rambut saya rasanya ga gampang rontok, ketombe itu pun kalau dicari cari banget baru ditemukan. Dan parahnya, rambut saya juga jadi sangat susah disisir, frustasi banget sampai akhirnya ga pernah saya sisir karena nyangkut dan melilit dimana mana.

Akhirnya saat botol kedua habis, saya memutuskan ga akan repurchase lagi dan kembali ke Herbal Essence. Tapi beneran ternyata Herbal Essence saya yang dulu itu botol terakhir yang bisa ditemukan di Pekanbaru, akhirnya saya beli shampoo apa aja yang bisa ditemukan di supermarket.

Dan saat itulah kegilaan semakin bertambah. Rambut saya langsung rontok PARAH banget saat shampoo high end tersebut diganti. Setiap keramas, sejumput ketarik. Setiap ikat rambut atau sisiran, makin banyak. Makin pusing dong. Dan ga mau kembali ke shampoo high end tersebut karena bukannya selesaikan masalah malah nambah. Yang awalnya cuma ketombe kalau dicari – cari sama berminyak dalam 24 jam kenapa sekarang jadi ketombe + minyak + rambut kering + rontok +ga bisa disisir?

Akhirnya saya browsing. Terus saya sempat melihat alah satu selebgram yang saya follow di instagram promosi haircare kesukaan dia, yaitu OGX yang versi moroccan oil. Hmmm di situlah saya mulai penasaran dengan OGX. Lalu saya ingat-ingat lagi rasanya shampoo ini mudah ditemukan di Jakarta. Tapi kemana mau dicari kalau di Pekanbaru? Nah di OL Shop yang direkomendasikan si selebgram pun, varian OGX yang ditawarkan terbatas sekali. Akhirnya saya nunda untuk beli OGX ini sampai entah kapan mau ke Jakarta. Tapi yang namanya rezeki memang ga ada yang tau ya, waktu itu mampir ke Century Pekanbaru di Jalan Sudirman, banyak varian OGX, langsung lah saya beli yang varian Biotin + Collagen.

Yuk kita mulai.

Continue reading “My Holy Grail Shampoo and Conditioner : OGX Biotin & Collagen”

Iklan