Dior, Makeup

(BAHASA) My Love-Hate Relationship With Dior Nude Air Serum Foundation

Seharusnya review ini sudah saya tulis sejak lama, mengingat saya memiliki foundation ini juga sudah cukup lama tapi baru terpikir menulis sekarang setelah kemarin bosan dan memutuskan membongkar meja rias akhirnya memutuskan mencoba foundation ini dengan cara yang berbeda. Mungkin post ini tidak akan membahas secara detail seperti review skincare tapi lebih ke penggunaan dan perasaan selama menggunakan.

Kita mulai dengan hubungan saya dan complexion makeup Dior terlebih dahulu. Saya punya beberapa produk complexion Dior, mulai dari Dior Nudeglow Foundation (sudah habis, dan sedih ternyata lupa menulis review yang satu ini di blog dan botolnya sudah pecah tepat ketika tetes terakhir. Foundation terbaik untuk dipakai sehari-hari, kekurangannya hanya oxidized cukup parah, selebihnya tetap topmarkotop), Dior Capture Total Dreamskin Cushion (cushion terbaik dalam hidup saya juga, padahal coveragenya nyaris ga ada tapi selalu berhasil membuat muka saya terlihat fresh, ga kayak orang ngantuk), dan tentu yang akan kita bahas di tulisan kali ini, tak lain tak bukan, Dior Nude Air Serum Foundation yang sayangnya ternyata sangat tricky, sekalinya penggunaannya tepat bisa menghasilkan complexion flawless bahkan menurut saya nyaris airbrush dengan daya tahan yang lumayan wah, harap dicatat dan digarisbawahi : kalau tepat.

Dior Nude Air Serum Foundation adalah luxury foundation pertama saya yang menempati wihslist saya sudah cukup lama, alias sejak Dior membuka konter pertamanya di Plaza Indonesia. Saya mencoba sendiri foundation ini di tangan saya dan saya amazed dengan teksturnya yang benar-benar cair seperti air tidak terasa seperti silicone sama sekali dan finishnya yang velvet. Benar-benar velvet, saya tidak pernah menemukan foundation yang finishnya seperti ini sebelumnya. Dan coveragenya yang luar biasa untuk menutupi perbedaan warna kulit. Plus warna kulit saya saat itu cukup gelap dan foundation ini punya shade 040 yang pas sekali dengan warna kulit saya saat itu, meskipun kalau untuk dipakai saat ini terlalu gelap ya shadenya.

Saya langsung terkesima dan foundation ini langsung masuk wishlist saya, berhubung saat pembukaan konter Dior foundation ini baru masuk tester saja, belum ada produknya, di sisi lain harganya juga melambung tinggi di banding negara tetangga yang bisa didapatkan sekita 600-700 dengan kurs saat itu, di Indonesia masuk konter resmi dengan harga 905k, come on.

Ntah sekarang apa ada penyesuaian harga, ntah justru makin naik. Yang jelas ini jadi pertanyaan bagi saya kenapa harga makeup di Indonesia melambungnya sangat amat tinggi di luar akal sehat, karena di negara tetangga kita bedanya bisa mencapai 300k, itu duit besar loh 300k, sampai hari ini pun itu masih jumlah duit yang besar, apalagi ini hanya untuk satu produk. Ini bukan sekedar masalah menyejahterakan brand tersebut, tapi tentu sebagai kostumer itu menjadi major turn off untuk belanja di konter resmi di Indonesia dan jadi pertanyaan : Apa iya pajak negara kita setidak masuk akal itu besarnya? Lalu bagaimana perdagangan kita tidak bangkrut kalau misalnya di negara tetangga bisa lebih murah jauh seperti itu? Gini aja deh, cewek itu beda 5k aja dibelain, lah ini beda 300k. Please. Explain with your logic dear badan badan yang terkait.

14b53658a1aeb4a3c7729ded4327d87e

Nah memang belakangan, saya lupa sejak bulan berapa, Sephora Indonesia sepertinya melakukan penyesuaian harga sehingga banyak kosmetik luar macam Becca, Too Faced itu bisa lebih murah di negara kita tercinta ini. Sayangnya, Dior tak termasuk dalam Sephora Online, dan saya tidak tau apa di store juga dilakukan penyesuaian harga.

Tapi saya tetap bertahan tidak membeli atau pre Order dari luar negri, setia menanti Dior Nude Air Serum ini sampai akhirnya Sephora Indonesia melakukan sale black friday 20% all item saat itu, dan langsung saya titip teman untuk memenuhi wishlist dari zaman perang ini. Rasanya kayak ga percaya dan bahagia banget saat itu.

DSC02180

Oke kita masuk ke pemabahasan produknya

Packaging

Foto packaging seutuhnya ada di atas. Botol kaca yang sepertinya tidak anti pecah, karena terlihat tipis dan memang saya belum berniat mencoba membanting. Dan memang tidak pernah saya bawa traveling juga karena kemasannya yang ringkih.

Foundation ini menggunakan dropper untuk menarik produk. Hal ini efektif untuk foundation dengan tekstur cair sekali seperti serum ini, bahkan lebih cari dari beberapa skincare saya. Bayangkan kalau di dengan kemasan pump? Pasti habis muncrat muncrat.

DSC02188

Ingredients

Active Ingredient: Octinoxate 7.49%; Inactive Ingredients: Trisiloxane, Isododecane, Cyclopentasiloxane, Phenyl Trimethicone, Diphenyl Dimethicone/Vinyl Diphenyl Dimethicone/Silsequioxane Crosspolymer, Alcohol, Dimethicone, PEG-10 Dimethicone, Acrylates/Dimethicone Copolymer, Disteardimonium Hectorite, Oxidized Corn Oil, Vaccinium Macrocarpon (Cranberry) Seed Oil, Ethylhexyl Palmitate, Aqua (Water), Phenoxyethanol, Parfum (Fragrance), Silica, Tocopheryl Acetate, Trihydroxystearin, Hexyl Cinnamal, Linalool, BHT, Butylphenyl Methylpropional, Citronellol, Tocopherol, Alpha-Isomethyl Ionone, Coumarin, Rosmarinus Officinalis (Rosemary) Leaf Extract, Sodium Hyaluronate, Amophophallus Konjac Root Powder. May Contain: Bismuth Oxychloride, Iron Oxides, Titanium Dioxide.

Diambil dari : https://www.beautypedia.com/skin-care-reviews/by-brand/dior/diorskin/_/Diorskin-Nude-Air

Bisa dilihat foundation ini masih mengandung alkohol dan segala jenis oil, memang kalau diaplikasikan ke muka rasanya seperti mengaplikasikan minyak encer. Tapi pigmentnya super super super wow! Wanginya pun super super super kencang sekali. Meskipun hanya pakai setetes dari droppernya, wanginya bisa tercium dari jauh (misalnya dari tangan, tercium sampai hidung) ini jauh lebih wangi dari foundation dior lainnya. Bisa dilihat juga kalau air bukan ingredients nomor satu-tiga jadi kadar air di foundation ini bisa dibilang sangat sedikit, mungkin karena itu pigmentasinya juara yang juga menyebabkan shadenya jadi lebih pekat / lebih deep daripada nomor yang sama pada foundation Dior lainnya. Jadi yang saya miliki ini nomor 040, Nudeglow sya juga punya 040, tapi kedalaman warnanya jauh berbeda. Dior Nude Air Serum jauh lebih oren dan ketika oxidize, semakin oren. Saya menyarankan sebelum mebeli sebaiknya coba sendiri dulu ke konter.

Tekstur

Seperti saya bilang tadi teksturnya super encer eperi air, tapi ternyata ingredients utamanya bukan air, melainkan didominasi oleh segala jenis minyak. Bisa dilihat seperti yang saya teteskan pada tangan

DSC02191

Benar-benar mengalir dengan indahnya sehingga pengaplikasian harus super cepat karena kalau lambat lambat jadinya berantakan sekali. Saya ga tau mau merekomenadikan penggunaan foundation ini dengan tools yang mana. Dengan beauty blender? Boros banet karena beauty blender menyerap hampir seluruh produk yang encer. Dengan brush? Jangan harap bisa rata malah jadi garis-garis, pake tangan? Yha…mau habis berapa jam?

Finish

Nah ini yang ga bisa dipungkiri, kalau kita mengaplikasikannya dengan cara yang tepat (primer hydrating untuk kulit saya + beauty blender, boros dikit gapapa deh daripada ga bisa sama sekali) finish dari foundation ini benar benar halus dan velvet nyaris…boleh lebay? nyaris seperti airbrush! Finish velvet yang beneran velvet baru saya temukan di foundation ini. Dan dia menyatu sekali dengan kulit.

DSC01935

Ini boleh dizoom sampai 100x pembesaran tapi memang hasilnya sehalus itu. Tidak diedit sama sekali. Tapi di sisi lain shadenya yang terlalu gelap tertolong sekali oleh face shaping palette saya jadi masih bisa dimaafkan.

Kekurangannya adalah, seandainya kita gunakan foundation ini pada orang dengan kulit bertekstur atau berdrypatch, don’t expect too much. Mungkin foundation ini akan menyebabkan kita menghela nafas karena dia akan memperjelas SEMUA dry patch, akan masuk ke garis-garis. Dan jangan tanya kalau dengan jerawat, foundation ini sangat jujur bahkan bruntusan yang awalnya kabur jadi terlihat nyata. Ya tapi kalau masalah kulitnya cuma merah-merah, ini sih juara.

Dan saya ga ngerti sebetulnya kenapa dengan ingredientsnya yang kebanyakan oil itu malah justru tak bisa bekerja sama dengan kulit kering? Saya belum pernah coba sih dengan kulit berminyak, tapi seepertiny terlalu berisiko.

Daya Tahan

Tahan banget sih ini seharian, tapi saya memang anti pakai makeup lebih dari 8 jam. Bawaannya gemes ingin langsung menghapus.

Kesimpulan

Ini adalah foundation kategori luxury yang tidak saya rekomendasikan untuk orang yang butuh “satu foundation untuk segala urusan” karena memang tidak sefleksibel itu. Butuh diutak atik. Butuh dirasa rasa. Dan tidak bisa asal campur dengan illuminator dan lain lain. Tapi seandainya penggunanya tukang koleksi foundation yang masih punya backup seandainya ini tidak bekerja sama dengan baik, silahkan dicoba. Finish velvetnya memang belum ada yang mengalahkan sih sampai detik ini.

Repurchase

No. Hahahah singkat tegas padat ya jawabannya. Foundation ini pricey dengan harga jual Indonesia. Penggunaannya rempong. Dan meskipun finishnya luar biasa cantik seandainya digunakan dengan tepat, tapi masih banyak kok finish foundation lain – meskipun tidak velvet- yang jauh lebih fuss free dan bisa digunakan pada semua jenis masalah kulit. Oke sekian! Kalau teman-teman pembaca, punya ga rekomendasi foundation dengan finish velvet?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s