Skincare

Perawatan Tubuh Selama Hamil

Halo! Akhirnya menulis lagi, ingin rasanya bisa produktif di tulisan karena memang saat saat sekarang sebetulnya banyak lowongnya sebelum anak kedua lahir. Jadi pada tulisan kali ini saya akan membahas mengenai hal yang sama dengan yang saya bahas di Youtube, memang begitu rencananya, apa yang saya post di Youtube saya tulis juga bentuk blognya, agar membantu yang malas menonton video lama lama (seperti saya).

Perawatan tubuh selama hamil adalah hal yang paling sering dilupakan, dan biasanya orang tidak menyempatkan untuk memikirkan hal tersebut sampai anaknya lahir dan stretch mark plus kulit kewer-kewer bagai gorden sudah terbentuk. Ya kalau pun sudah terbentuk, tidak ada yang perlu disesali, kan sebagai apresiasi menjadi ibu. Tapi seandainya pembaca tulisan ini adalah orang yang berambisi masih ingin memiliki perut bebas stretch mark, maka kita sehati muahahha.

Sebetulnya stretch mark ini tidak bisa dapat perlakuan sama, masing-masing orang berbeda, ada yang sudah mencegah dengan segala jenis minyak pun tidak berhasil, ada yang berhasil hanya dengan minyak kelapa, ada yang butuh lebih dari itu. Ada yang lebih memilih untuk mengumpulkan stretch mark kemudian menyempatkan diri pergi laser di klinik kecantikan terdekat ketika sudah tutup buku.

DSC01373 copy

Jadi pertama-tama kita harus membahas mengenai : Bagaimana Stretch Mark terbentuk?

Stretch mark dipengaruhi oleh banyak hal : suku, genetik, kelenturan kulit, dll dst dsb.

Dan yang bisa kita utak atik di area pencegahan adalah faktor kelenturan kulit karena kalau sudah genetik, maka dicegah sebagai manapun, dia tetap akan terbentuk., itulah yang disebut n-a-s-i-b.

Stretch Mark terbentuk karena adanya peregangan pada jaringan kulit, pada kehamilan peregangan ini terjadi cukup cepat pada usia kehamilan 5 bulan ke atas (ketika ukuran perut membesar cukup cepat, dari yang tidak terlihat sampai sebesar buah melon), bayangkan saja seandainya kulit kita sangat kering alias tidak pernah dirawat sejak awal dan diregangkan dengan cepat seperti itu. Apa yang akan terjadi? tentu jaringan di bawahnya akan pecah, dan hal ini akan menimbulkan sensasi gatal menyeluruh di area yang meregang tersebut dan sangat mengganggu.

Sering kan dengan orang zaman dulu bilang “Kalau gatal jangan digaruk, nanti jadi garis-garis putih yang ga akan pernah hilang itu loh” lah terus kalau gatal diapain dong? ditatap saja? Gatal menunjukkan bahwa kulit kita kekeringan dan sekarang dia teregang, menunjukkan bahwa kulit kita tidak seelastis seharusnya. Maka yang harus kita lakukan adalah melembabkannya, untuk mengurangi gatalnya dan menambah elastisitasnya. Err ini khusus gatal pada stretch mark dan kulit kering yak, kalau gatal karena jamur atau kutu ya beda cerita.

Bayangkan saja kanebo buat mengelap mobil seandainya dijemur sampai kering, dia ditarik sedikit saja robek kan? Sedangkan ketika kondisinya lembab karena mengandung air, mau ditarik bagaimanapun dia masih aman kan? Nah begitu juga dengan kulit kita.

Saya menulis ini karena sudah pernah mengalami rasanya perut teregang dan gatal mengganggu, padahal saya sudah menggunakan cream antistretchmark sejak usia kehamilan saya 2 bulan. Mulai dari yang murah-mahal, tapi tidak ada yang bekerja. Sampai saya lelah dan saya menggunakan logika saja, perut saya kering, ya sudah saya gunakan pelembab yang tidak pernah gagal pada kulit saya selama ini : Body Butter The Body Shop. Dan kebetulan saat itu di rumah ada varian yang Shea, Cocoa Butter, dan Chocolate. Dan barulah rasa gatal itu hilang sama sekali. Padahal awalnya saya tidak terpikir untuk menggunakan body butter ini karena tidak ada embel-embel bisa mencegah stretch mark. Sebetulnya selama kita mengerti cara terbentuknya, kita bisa berpikir apa saja yang mungkin bisa membantu mencegah.

Nah tetapi namanya orang hamil, yang dipikirkan hanya perut saja, lupa ada area lain yang juga berkembang sangat pesat yaitu area payudara. Karena sejak kita hamil, area payudara ikut berubah juga strukturnya, sehingga kalau ada orang yang bilang tidak ingin menyusui anaknya karena takut payudaranya melar, ya sebaiknya jangan hamil sekalian. Masih banyak alasan lebih manusiawi lainnya untuk tidak menyusui daripada sekedar tidak ingin payudara melar (Lah kok jadi ngomel).

Sehingga itulah yang terjadi pada saya, area perut yang saya super concern alhamdulillah bebas stretch mark sesudah lahiran tetapi area dada karena terjadi engorgement dan tidak terpikir untuk merawat sejak awal sehingga kulitnya tetap kering, maka terbentuklah stretch mark yang cukup parah. Diawali dengan gejala yang sama juga, gatal dan panas ketika engorgement (dada mengeras karena saluran laktasinya penuh) tetapi tidak bisa berbuat apa-apa karena pasti anak tidak nyaman dong menyusu di dada yang berminyak, nanti body butternya masuk ke mata dan segala macam kan ribet belum lagi kalau dia tidak suka baunya. Jadi yaudahlah, saya terima dengan senang hati saja area dada yang berstretch mark ini, prestasi menjadi ibu hahaha, dan seandainya ingin mencegah sebaiknya kelembaban area perut dan dada itu dijaga sejak awal kehamilan, bahkan kalau bisa sejak gadis.

Lalu apa saja yang bisa kita gunakan untuk mencegah stretch mark? Sebetulnya teknologi sudah banyak, krim pelembab dengan kandungan A dan B dan C juga sudah banyak sekali. Tetapi saya lebih suka menggunakan yang bisa saya baca dan saya mengerti seperti Shea Butter, Cocoa Butter, Olive Oil, dan kawan-kawannya. Meksipun penelitian medis belum final untuk emmbuktikan efikasi dari bahan bahan ini tetapi pada saya, Shea dan Cocoa sudah menunjukkan hasilnya sejak anak pertama dan untuk efek sampingnya, selama tidak mengandung zat zat aktif yang berbahaya bagi janin, maka aman digunakan.

Untuk jurnal medisnya jika ingin membaca bisa lihat di sini https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5057295/

Dan tentunya harus diingat bahwa penelitiannya masih belum ada yang final jadi kita tidak bisa sembarangan menyebut zat mana lebih efektif dengan yang mana, karena keefektifan suatu zat sangat bergantung pada kondisi kulit subjek sendiri dan lingkungan dll dsb dst.

Kehamilan saya yang kedua ini berjalan agak berbeda dengan kehamilan pertama. Mualnya tidak terlalu, tetapi saya tidak bisa bertahan dengan wangi-wangian body butter The Body Shop yang selalu jadi penghuni setia meja rias saya. Akhirnya saya harus bertualang mencari cream lain dan pilihan saya jatuh ke seri Shea Butter dari L’occitane.

Kenapa seri Shea Butter?

Shea Butter kaya akan asam lemak dan memiliki efek antioksidan dan antiinflamasi, dimana dua hal ini sangat dibutuhkan juga dalam pencegahan stretch mark selain tentunya juga memiliki efek melembabkan.

Untuk detail dari minyak tumbuh-tumbuhan bisa coba baca di jurnal yang ini :

Anti-Inflammatory and Skin Barrier Repair Effects of Topical … – MDPI

Selain itu dari sekian banyak seri Loccitane, seri Shea Butter mereka dalah yang paling banyak mengandung bahan alami Sheanya. Bisa dilihat di Loccitane bervariasi sekali mulai dari 5%-10%-25% bahkan sampai pure Shea Butter (100%) dengan tekstur yang bermacam-macam, tekstur krim/oil/balm.

Yang saya gunakan selama hamil ini adalah :

DSC01371

L’occitane – Ultra Rich Body Cream Shea Butter 25%

Tekturnya seperti whip krim sedikit lebih berat, wanginya super enak dan lembut sehingga tidak menimbulkan efek mual pada kehamilan saya yang kedua ini. Lebih cepat menyerap tetapi memiliki efek kelembaban yang sama dengan body butter yang pernah saya gunakan sebelumnya. Ketika dioleskan terasa seperti ada sensasi dingin, ntah hanya sugesti saya, atau memang dibuat seperti itu.

Saya menggunakannya sebanyak dua ruas empat jari tangan untuk seluruh area perut, tambah sedikit untuk area dada, tambah lagi kalau mau meneruskan ke area pinggul,atau kalau mau ke are atangan seandainya eksim saya kambuh. Kenapa banyak banget nes? Iya, karena area perut kita itu luas, tentu saya menggunakan sesuai kebutuhan minimal, buat apa saya beli tapi saya tidak gunakan sesuai kebutuhan karena ingin menghemat? Uang habis, efek tak terlihat. Ya kan? Ya kan?

L’occitane – Pure Shea Butter (100% Shea Butter)

DSC01375

Nah kalau yang ini teksturnya memang seperti balm. Padat, seperti Vaseline Pure Petroleum Jelly. Saya tidak menggunakan yang ini secara rutin, hanya ketika eksim saya kambuh. Kapan eksim saya kambuh? Kalau saya menggunakan sabun antiseptik, yak semua jenis sabun antiseptik yang beredar di pasaran, adalah musuh kulit saya. Sebetulnya kalau mau lebih efektif untuk kulit kering seperti saya, mending sabunnya sudah diganti dengan Dove, tapi namanya suami ga suka pake yang lembab -lembab lengket, jadi mau ga mau di rumah pakenya yang model antiseptik karena wanginya yang lebih fresh dan di kulit jarang meninggalkan bekas. Sisi jeleknya? kulit yang sangat kering akan mudah teriritasi.

Seandainya eksim saya kambuh, misalnya di area tangan, yang akan saya lakukan adalah mengoles krim shea butter 25% terlebih dahulu ke area tersebut, tunggu sampai menyerap sekitar 5-10 menit kemudian akan saya timpa dengan yang pure ini. Dan itu sangat membantu. Oh iya, semua ini dilakukan tentunya sebelum eksimnya parah ya, jadi jangan tunggu kulitnya memerah terkelupas dan lainlain baru ditreat. Kalau sudah memerah terkelupas ada baiknya ke Sp.KK siapa tau butuh obat tambahan.

Rasanya sekian yang akan saya bahas mengenai perawatan tubuh selama hamil. Intinya adalah jaga kelembaban, jaga kebersihan juga karena orang hamil rentan berkeringat dan kadang ada yang jadi rentan jamuran juga. Rawat tubuh kita selagi mampu dan masih ada waktu karena nanti sesudah anaknya lahir, tentu kita butuh penyesuaian, kadang mandi cuma 5 menit karena anaknya menangis kalau ditinggal tapi kalau ditunggu dia tidur terus. Wow.

Mencegah tetap lebih menyenangkan daripada mengobati karena kalau sudah treatment jenis laser, atau alat canggih lainnya tentu harganya juga tidak murah dan treatmentnya tidak mungkin hanya satu kali. Daaaan jangan salahkan anak kita kalau tubuh kita berubah karena kemalasan kita sendiri untuk merawatnya selagi bisa.

Sekian dan semoga membantu untuk teman-teman yang gadis/mempersiapkan nikah mikir seserahan (this is a good investment daripada beli sendiri pas udah hamil)/ lagi mau hamil/ lagi hamil tapi perutnya masih kecik jadi belum berasa/ sedang mengalami gatal mengganggu di area perut yang teregang. Saya tuliskan ini semua untuk teman-teman. See you later!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s