Daily Life, Skincare

Akhirnya Bikin YouTube Channel!

Akhirnya! Setelah diri ini berjuang mengatasi masalah kepercayaan diri (ini paling susah), mengatasi kemageran untuk mengedit dan merasakan sensasi iMovie (ya ga ada sensasi yang berarti sih), melalui upoad 5 jam dan G A G A L, sampai akhirnya berhasil upload… terciptalah my own Youtube channel!

Screen Shot 2018-02-25 at 12.59.11

Sejujurnya saya udah sempat rekaman dari enam bulan yang lalu. Tapi selalu stuck di memori kamera. Yang direkam pun udah macem-macem banget, mulai dari makeup, skincare routine, cara bersihin muka. Tapi ga pernah maju-maju saking ga bisanya mengatasi masalah kepercayaan diri. Yang dipikirin mulai dari : ntar apa kata orang, kesannya saya kayak ga ada kerjaan , ntar apa kata temen-temen di kantor suami ntar suami diketawain dikira istrinya ga ada kerjaan. Dan semua pikiran bodoh lainnya! Belum lagi hal yang paling saya ga suka adalah di “cie-ciein”, really netijen Indonesia yang terlalu bahagia you really need to stop using “cie” when you want to start a conversation with someone, it’s uncomfortable and really sound like teasing in a bad way instead of trying to make a good conversation.

27908212_1246291925502643_7158334034649276539_o

Biasanya kalau udah dimulai dengan cie, either ga saya balas sama sekali pesannya atau saya ketawa aja atau emoji aja, supaya pembicaraan ga perlu berlanjut.

Membuat YouTube Channel untuk zaman sekarang menurut saya butuh kepercayaan diri besar, karena mengekspos diri kita ke YouTube = mengekspos diri kita ke seluruh dunia, dan akan meninggalkan jejak yang sulit hilang, berbeda dengan tampil di depan kelas, yang audiensnya hanya teman sekelas, yang kalau nyinyir bisa langsung ditegur guru. Kalau YouTube kita harus kuat kuat dengan segala kejelekkan hati orang, dan itu tercermin banget loh dari apa yang mereka tulis. Jempolmu, Harimaumu.

Ya tapi selama prinsipnya untuk berbagi, kenapa sih harus mikirin banget apa tanggapan orang? Kalau dianggap pamer atau dianggap apalah ya itu pun terserah mereka, mungkin bagi mereka hal yang saya tampilkan pamer, tapi ada kok segmen yang membutuhkan apa yang akan kita bicarakan, apapun itu.

Hanya karena itu ga berguna buat seseorang, bukan berarti ga ada orang yang butuh kan? Sesimpel itu. Maka tenanglah hidup kita. Karena kita harus meniru kepercayaan diri dari para…

27710001_1244790002319502_3141600716982787694_o

Yang penting selama pembuatan dan apapun yang dibicarakan usahakanlah untuk selalu jujur dan bicarakan yang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan kita. Jangan sampai hanya untuk memenuhi keinginan menjadi tenar lantas semua produk hits kita beli. Nah ini yang tidak sehat.

Kepercayaan diri akhirnya saya dapatkan dari suami yang ternyata di luar perkiraan saya, orangnya super duper supportive (Ini berbanding terbalik dengan saya yang suka nyinyir dan mencemooh, sesungguhnya orang-orang seperti saya self esteemnya adalah yang paling rendah)! Bahkan dia mau loh jam 3 pagi meng-klik tombol Publish saat saya udah terlalu capek karena ketika mau mengupload video ini adaaa aja masalahnya. Mulai dari masalah internal antara saya dan Youtube (basically karena saya ga nyangka sih mengupload video itu akan lama banget), masalah jaringan yang saya pikir ga mendukung (padahal udah mendukung banget, video saya aja yang kebesaran ukurannya), dan sampai masalah lain seperti anak mendadak demam, untung demamnya yang parah hanya hari itu saja, yes~emak emak lyfe, child comes first!

26757757_1226864910778678_7512752606688451386_o

Lalu sejak saat itulah saya sadar, selama ini saya memandang sebelah mata profesi YouTuber atau Vlogger. Itu kerjaan loh. Dan kalau mau ditekuni butuh komitmen dan disiplin. Sama seperti blog.

Akhirnya sekarang saya punya timetable untuk judul video, topik yang akan dibahas, jam kerja saya, kapan saya harus libur. Karena memang setelah punya anak, hidup makin ga bisa diharapkan untuk mengalir begitu saja, harus terjadwal. Rencananya apa yang saya bicarakan di YouTube akan saya buat juga versi blognya karena ada juga kan orang-orang yang lebih suka membaca daripada menonton.

Anyway, sekian dulu post mengenai YouTube Channel saya. Post video pertama hanya perkenalan singkat dan sedikit mengenai Skincare Routine saya saat ini.

Hidup ini hanya sekali, bermanfaatlah untuk diri sendiri dan orang lain. Sebarkan ilmu, banyak membaca, jangan asal ngomong sehingga kamu bisa menghindari hal-hal yang kamu sesali kemudian hari. Good Luck!

Sumber Meme Qasidah : Facebook Page Qasidah Memes For All Occasions

 

 

 

 

 

Iklan

3 tanggapan untuk “Akhirnya Bikin YouTube Channel!”

  1. Selamat atas dibukanya Lapak Anda di youtube, sakses selalu, jgn pikirin pendapat org, krn ga akan ada matinya, sharing is caring itu aja lah motonya, maaf jd sok nasihat wkwkkw been there before soalnya :D, ga apalah drpd gosipin org, mending coret2 muka sendiri, ya ndak? 💪🏼💪🏼

    Suka

    1. huaa makasih mba fivit, iya ga ada abisnya sih komentar orang. Dari A ke B ke C lalu seterusnya. Selama yang kita lakukan niatnya baik, ga ngerugiin orang lain selain bikin sirik, mari kita lanjutkan selama masih nyaman hahahha

      Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s