Daily Life, Voucher

Staycation di Grand Tjokro Pekanbaru

Hai teman-teman! Kali ini saya mau bahas hal yang agak berbeda dikit dari yang saya bahas sebelumnya. Biasanya membahas soal kosmetik, mari kali ini kita bahas mengenai  pengalaman staycation saya sekeluarga di  Hotel Grand Tjokro Pekanbaru.

Jadi staycation ini dilaksanakan dalam rangka masih minggu ulangtahun suami saya yang ke-27. Pingin dong sesekali nginep di hotel, santai, ga mikirin apa-apa, tapi masih sesuai budget, di sisi lain interiornya juga masih mendukung saya buat menyelesaikan pekerjaan (baca : ngeblog dan ngeYouTube hahahah) karena banyak banget tulisan dan video yang harus saya kerjakan sebelum saya vakum lahiran anak ke-2.

KAMAR GRAND TJOKRO2.jpg

Continue reading “Staycation di Grand Tjokro Pekanbaru”

Iklan
Dior, Makeup

(BAHASA) My Love-Hate Relationship With Dior Nude Air Serum Foundation

Seharusnya review ini sudah saya tulis sejak lama, mengingat saya memiliki foundation ini juga sudah cukup lama tapi baru terpikir menulis sekarang setelah kemarin bosan dan memutuskan membongkar meja rias akhirnya memutuskan mencoba foundation ini dengan cara yang berbeda. Mungkin post ini tidak akan membahas secara detail seperti review skincare tapi lebih ke penggunaan dan perasaan selama menggunakan.

Kita mulai dengan hubungan saya dan complexion makeup Dior terlebih dahulu. Saya punya beberapa produk complexion Dior, mulai dari Dior Nudeglow Foundation (sudah habis, dan sedih ternyata lupa menulis review yang satu ini di blog dan botolnya sudah pecah tepat ketika tetes terakhir. Foundation terbaik untuk dipakai sehari-hari, kekurangannya hanya oxidized cukup parah, selebihnya tetap topmarkotop), Dior Capture Total Dreamskin Cushion (cushion terbaik dalam hidup saya juga, padahal coveragenya nyaris ga ada tapi selalu berhasil membuat muka saya terlihat fresh, ga kayak orang ngantuk), dan tentu yang akan kita bahas di tulisan kali ini, tak lain tak bukan, Dior Nude Air Serum Foundation yang sayangnya ternyata sangat tricky, sekalinya penggunaannya tepat bisa menghasilkan complexion flawless bahkan menurut saya nyaris airbrush dengan daya tahan yang lumayan wah, harap dicatat dan digarisbawahi : kalau tepat.

Dior Nude Air Serum Foundation adalah luxury foundation pertama saya yang menempati wihslist saya sudah cukup lama, alias sejak Dior membuka konter pertamanya di Plaza Indonesia. Saya mencoba sendiri foundation ini di tangan saya dan saya amazed dengan teksturnya yang benar-benar cair seperti air tidak terasa seperti silicone sama sekali dan finishnya yang velvet. Benar-benar velvet, saya tidak pernah menemukan foundation yang finishnya seperti ini sebelumnya. Dan coveragenya yang luar biasa untuk menutupi perbedaan warna kulit. Plus warna kulit saya saat itu cukup gelap dan foundation ini punya shade 040 yang pas sekali dengan warna kulit saya saat itu, meskipun kalau untuk dipakai saat ini terlalu gelap ya shadenya.

Saya langsung terkesima dan foundation ini langsung masuk wishlist saya, berhubung saat pembukaan konter Dior foundation ini baru masuk tester saja, belum ada produknya, di sisi lain harganya juga melambung tinggi di banding negara tetangga yang bisa didapatkan sekita 600-700 dengan kurs saat itu, di Indonesia masuk konter resmi dengan harga 905k, come on.

Ntah sekarang apa ada penyesuaian harga, ntah justru makin naik. Yang jelas ini jadi pertanyaan bagi saya kenapa harga makeup di Indonesia melambungnya sangat amat tinggi di luar akal sehat, karena di negara tetangga kita bedanya bisa mencapai 300k, itu duit besar loh 300k, sampai hari ini pun itu masih jumlah duit yang besar, apalagi ini hanya untuk satu produk. Ini bukan sekedar masalah menyejahterakan brand tersebut, tapi tentu sebagai kostumer itu menjadi major turn off untuk belanja di konter resmi di Indonesia dan jadi pertanyaan : Apa iya pajak negara kita setidak masuk akal itu besarnya? Lalu bagaimana perdagangan kita tidak bangkrut kalau misalnya di negara tetangga bisa lebih murah jauh seperti itu? Gini aja deh, cewek itu beda 5k aja dibelain, lah ini beda 300k. Please. Explain with your logic dear badan badan yang terkait.

14b53658a1aeb4a3c7729ded4327d87e

Nah memang belakangan, saya lupa sejak bulan berapa, Sephora Indonesia sepertinya melakukan penyesuaian harga sehingga banyak kosmetik luar macam Becca, Too Faced itu bisa lebih murah di negara kita tercinta ini. Sayangnya, Dior tak termasuk dalam Sephora Online, dan saya tidak tau apa di store juga dilakukan penyesuaian harga.

Tapi saya tetap bertahan tidak membeli atau pre Order dari luar negri, setia menanti Dior Nude Air Serum ini sampai akhirnya Sephora Indonesia melakukan sale black friday 20% all item saat itu, dan langsung saya titip teman untuk memenuhi wishlist dari zaman perang ini. Rasanya kayak ga percaya dan bahagia banget saat itu.

DSC02180

Continue reading “(BAHASA) My Love-Hate Relationship With Dior Nude Air Serum Foundation”

Skincare

Perawatan Tubuh Selama Hamil

Halo! Akhirnya menulis lagi, ingin rasanya bisa produktif di tulisan karena memang saat saat sekarang sebetulnya banyak lowongnya sebelum anak kedua lahir. Jadi pada tulisan kali ini saya akan membahas mengenai hal yang sama dengan yang saya bahas di Youtube, memang begitu rencananya, apa yang saya post di Youtube saya tulis juga bentuk blognya, agar membantu yang malas menonton video lama lama (seperti saya).

Perawatan tubuh selama hamil adalah hal yang paling sering dilupakan, dan biasanya orang tidak menyempatkan untuk memikirkan hal tersebut sampai anaknya lahir dan stretch mark plus kulit kewer-kewer bagai gorden sudah terbentuk. Ya kalau pun sudah terbentuk, tidak ada yang perlu disesali, kan sebagai apresiasi menjadi ibu. Tapi seandainya pembaca tulisan ini adalah orang yang berambisi masih ingin memiliki perut bebas stretch mark, maka kita sehati muahahha.

Sebetulnya stretch mark ini tidak bisa dapat perlakuan sama, masing-masing orang berbeda, ada yang sudah mencegah dengan segala jenis minyak pun tidak berhasil, ada yang berhasil hanya dengan minyak kelapa, ada yang butuh lebih dari itu. Ada yang lebih memilih untuk mengumpulkan stretch mark kemudian menyempatkan diri pergi laser di klinik kecantikan terdekat ketika sudah tutup buku.

DSC01373 copy

Jadi pertama-tama kita harus membahas mengenai : Bagaimana Stretch Mark terbentuk?

Continue reading “Perawatan Tubuh Selama Hamil”

Daily Life, Skincare

Akhirnya Bikin YouTube Channel!

Akhirnya! Setelah diri ini berjuang mengatasi masalah kepercayaan diri (ini paling susah), mengatasi kemageran untuk mengedit dan merasakan sensasi iMovie (ya ga ada sensasi yang berarti sih), melalui upoad 5 jam dan G A G A L, sampai akhirnya berhasil upload… terciptalah my own Youtube channel!

Screen Shot 2018-02-25 at 12.59.11

Sejujurnya saya udah sempat rekaman dari enam bulan yang lalu. Tapi selalu stuck di memori kamera. Yang direkam pun udah macem-macem banget, mulai dari makeup, skincare routine, cara bersihin muka. Tapi ga pernah maju-maju saking ga bisanya mengatasi masalah kepercayaan diri. Yang dipikirin mulai dari : ntar apa kata orang, kesannya saya kayak ga ada kerjaan , ntar apa kata temen-temen di kantor suami ntar suami diketawain dikira istrinya ga ada kerjaan. Dan semua pikiran bodoh lainnya! Belum lagi hal yang paling saya ga suka adalah di “cie-ciein”, really netijen Indonesia yang terlalu bahagia you really need to stop using “cie” when you want to start a conversation with someone, it’s uncomfortable and really sound like teasing in a bad way instead of trying to make a good conversation.

27908212_1246291925502643_7158334034649276539_o

Biasanya kalau udah dimulai dengan cie, either ga saya balas sama sekali pesannya atau saya ketawa aja atau emoji aja, supaya pembicaraan ga perlu berlanjut.

Membuat YouTube Channel untuk zaman sekarang menurut saya butuh kepercayaan diri besar, karena mengekspos diri kita ke YouTube = mengekspos diri kita ke seluruh dunia, dan akan meninggalkan jejak yang sulit hilang, berbeda dengan tampil di depan kelas, yang audiensnya hanya teman sekelas, yang kalau nyinyir bisa langsung ditegur guru. Kalau YouTube kita harus kuat kuat dengan segala kejelekkan hati orang, dan itu tercermin banget loh dari apa yang mereka tulis. Jempolmu, Harimaumu.

Ya tapi selama prinsipnya untuk berbagi, kenapa sih harus mikirin banget apa tanggapan orang? Kalau dianggap pamer atau dianggap apalah ya itu pun terserah mereka, mungkin bagi mereka hal yang saya tampilkan pamer, tapi ada kok segmen yang membutuhkan apa yang akan kita bicarakan, apapun itu.

Hanya karena itu ga berguna buat seseorang, bukan berarti ga ada orang yang butuh kan? Sesimpel itu. Maka tenanglah hidup kita. Karena kita harus meniru kepercayaan diri dari para…

27710001_1244790002319502_3141600716982787694_o

Yang penting selama pembuatan dan apapun yang dibicarakan usahakanlah untuk selalu jujur dan bicarakan yang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan kita. Jangan sampai hanya untuk memenuhi keinginan menjadi tenar lantas semua produk hits kita beli. Nah ini yang tidak sehat.

Kepercayaan diri akhirnya saya dapatkan dari suami yang ternyata di luar perkiraan saya, orangnya super duper supportive (Ini berbanding terbalik dengan saya yang suka nyinyir dan mencemooh, sesungguhnya orang-orang seperti saya self esteemnya adalah yang paling rendah)! Bahkan dia mau loh jam 3 pagi meng-klik tombol Publish saat saya udah terlalu capek karena ketika mau mengupload video ini adaaa aja masalahnya. Mulai dari masalah internal antara saya dan Youtube (basically karena saya ga nyangka sih mengupload video itu akan lama banget), masalah jaringan yang saya pikir ga mendukung (padahal udah mendukung banget, video saya aja yang kebesaran ukurannya), dan sampai masalah lain seperti anak mendadak demam, untung demamnya yang parah hanya hari itu saja, yes~emak emak lyfe, child comes first!

26757757_1226864910778678_7512752606688451386_o

Lalu sejak saat itulah saya sadar, selama ini saya memandang sebelah mata profesi YouTuber atau Vlogger. Itu kerjaan loh. Dan kalau mau ditekuni butuh komitmen dan disiplin. Sama seperti blog.

Akhirnya sekarang saya punya timetable untuk judul video, topik yang akan dibahas, jam kerja saya, kapan saya harus libur. Karena memang setelah punya anak, hidup makin ga bisa diharapkan untuk mengalir begitu saja, harus terjadwal. Rencananya apa yang saya bicarakan di YouTube akan saya buat juga versi blognya karena ada juga kan orang-orang yang lebih suka membaca daripada menonton.

Anyway, sekian dulu post mengenai YouTube Channel saya. Post video pertama hanya perkenalan singkat dan sedikit mengenai Skincare Routine saya saat ini.

Hidup ini hanya sekali, bermanfaatlah untuk diri sendiri dan orang lain. Sebarkan ilmu, banyak membaca, jangan asal ngomong sehingga kamu bisa menghindari hal-hal yang kamu sesali kemudian hari. Good Luck!

Sumber Meme Qasidah : Facebook Page Qasidah Memes For All Occasions

 

 

 

 

 

Skincare

Tips Belanja Skincare dan Makeup Agar Tidak Mubazir

Tips belanja makeup dan skincare dari seorang hoarder kayak saya? Layak ga sih dibaca? Jawabannya : saya sebagai penulis berharap layak karena blog ini saya tulis langsung seteah saya membongkar meja rias saya semalam, meja rias yang lebih mirip blackhole! Banyak sekali skincare dan makeup yang saya buang, bahkan serum seharga satu juta lebih yang belum dibuka sama sekali.

Saya adalah seorang pecinta dan petualang skincare sejak tahun 2015 Mulai dari mencoba high end brands sampai drugstore (judulnya drugstore di luar negri, sampai ke indonesia tetep aja kategori harga high end zz). Sebelum tahun 2015 saya setia dengan dokter, dengan budget minimal IDR 500k/bulan, baru krim dan konsul, belum tindakan macam facial.

Tentunya saat peralihan itu saya merasa super enak dong beralih ke brand yang dijual bebas. Misalnya saya di klinik 500k/ bulan, dalam 3 bulan saya akan keluar 1,5 juta. Kalau ditambah tindakan macam facial 350/ bulan, bahkan kadang per dua minggu dengan kondisi kulit saya saat itu. Bisa jadi totalnya dalam 3 bulan saya sudah keluar 2-3 jutaan. Dengan kata lain brand yang dijual bebas terasa lebih hemat karena misal saya keluar untuk serum 1,8 juta, nah itu bisa bertahan paling tidak 6 bulan dengan cara pakai sesuai rekomendasi brand.

Saya tidak bilang di klinik itu buang-buang duit, klinik sangat baik untuk orang dengan kulit bermasalah, setidaknya sampai tahap maintenance karena mencoba skincare yang dijual bebas jauh-jauh lebih banyak keluar uang daripada meminta ahlinya (dokter spesialis kulit dan kelamin) untuk menentukan apa yang dibutuhkan oleh kulit kita yang awam ini.

Jadilah dengan bayangan akan hemat ini saya terbuai. Saya suka sekali membeli serum, apalagi yang digembar-gemborkan oleh para influencer. Mereka tidak salah sih, mereka kan hanya berbagi plus cari nafkah. Yang salah kita, karena tidak punya tameng, tidak punya dasar, tidak mau membaca. Atau kalau dalam kasus saya, terlalu banyak refrensi ingredients bagus, akhirnya merasa harus mencoba semuanya apalagi kalau ada online shop diskon. Padahal diskon ongkir doang.

27356119_1238386689626500_6597995038364501329_o

Jadilah saya beli banyak serum yang konon bagus itu. Sambil berharap “Nanti kalau yang ini habis, saya pindah kesini, terus kesini”. BLAH! Jangan lakukan itu untuk skincare! Kenapa?

Karena kita jadi ga tau mana yang terbaik untuk kulit kita, berdasarkan pengalaman saya, skincare sebagus apapun mulai terlihat efek positif signifikannya setelah sebulan (ada sih yang efeknya dua minggu juga keliatan, tapi rasanya terlalu muluk-muluk kalau kita tidak pantau konsisten sampai sebulan). Bayangkan kalau sebulan habis kita ganti lagi-ganti lagi. Atau ternyata kita cocok banget tapi kita jadi tidak punya budget untuk repurchase karena sudah keburu invest di skincare lain yang saat itu kita kira akan kita pakai. Ini bisa berujung tiga : skincare yang pertama tetap kita repurchase lalu yang kedua harus nganggur sampai kadaluarsa dan akhirnya dibuang. Kebayang ga ngebuang duit 1,5 juta? Dijual lagi dosa kalau kita ga jujur itu kadaluarsa, dipakai lebih seram.

27459422_476109502791094_6741838368208164407_n

Atau pilihan kedua, kita tetap konsisten buka skincare kedua tapi kemudian tidak cocok, akhirnya harus dibuang/preloved; atau ketiga, kita jadi ga bisa menilai seberapa efektif skincare kedua ini karena skincare pertama bagusnya masih nyisa dan ujungnya jadi bingung mau repurchase yang mana.

Tips saya untuk skincare : kenali kulit kita, nah ini jujur sangat tidak murah, karena untuk mengenal kulit kita biasanya kita harus mencoba beberapa skincare dengan bahan aktif yang berbeda. Tapi ya ga hematnya jangan diperpanjang dong, cukup sampai mengenal aja.

Belajar konsisten : Jangan terbujuk rayu! Apalagi oleh sosial media, influencer dibayar untuk mempengaruhi, and that’s totally okay! Because it’s their job. And it’s our job to use our logic. Do we need it? Will it suits our skin? Lah kok jadi bahasa Inggris.

Ya intinya, marketing zaman sekarang udah sadar seberapa besar impact media sosial berupa blog, vlog, IG seeds, IG story sehingga mereka akan jorjoran memaksimalkan aspek-aspek ini.
Dan ini bukan berarti kita harus unfollow semua influencer yang ada di dunia, saya pribadi suka banget foto-foto di IG seeds para influencer karena rapih, kita cuma perlu berpikir butuh atau sekedar terpengaruh?

Pelajari skincare sebelum membeli : Jangan tergiur beli karena packaging atau karena harganya murah. Selalu. Selalu beli barang karena fungsinya. Karena meskipun harga suatu skincare murah, ya itu duit juga, kalau ga dipakai, yang dibuang duit juga. Jadi kalau mau beli dan harganya agak mahal, ASAL DIPAKAI, itu lebih masuk akal. Kalau merasa takut beli mahal dan tidak cocok : Usaha cari trial size deluxe paling tidak yang 7 ml.

Tidak perlu terburu-buru membeli backup : Skincare high end rata-rata harganya ga akan jomplang-jomplang banget meskipun udah diskon kecuali kita lagi lewat di duty free karena biasanya mereka punya value pack yang ada 5 botol harga 3 botol atau semacamnya, nah ini sah sah saja, asal kita tau skincare itu pasti akan kita pakai karena ga ada rencana ganti dalam waktu dekat dan .

Tidak perlu beli langsung dua botol dengan alasan takut kehabisan, kalau judulnya skincare, kita selalu punya spare time kok untuk mecoba dan sadar cocok sebelum beli lagi. Seandainya kita mau standby sebelum isi botol yang kita pakai benar-benar habis, sebaiknya kita beli kira-kira sebulan sebelum benar-benar habis.

Nah kalau skincare memang saya tidak bisa banyak share tipsnya, karena skincare per itemnya saja lebih mahal dari makeup. Setidaknya yang di atas ini pasti bisa diterapkan. Kalau niat.

Lanjut ke makeup.

Lebih banyak makeup daripada skincare yang saya buang tadi malam. BANYAK BANGET. sampai 3 plastik. Dan apakah item terbanyak? Lipstick. LIPSTICK. Mulai dari high end-drugstore. 

Screen Shot 2018-02-07 at 09.43.51

Sumber : https://www.askideas.com/35-most-funniest-make-up-meme-pictures-and-images/

Dulu saya anggap meme ini lucu, sekarang saya malu dan hanya ingin berhenti. Mual membayangkan berapa banyak yang saya buang tadi malam. Bahkan ada yang luxury brand. I really need to stop. 

Menurut saya sebaiknya lipstick itu dibagi : untuk formal, untuk harian. Dan jangan pernah beli yang warnanya sama atau beda satu tone doang. Please, kita harus bener-bener pakai logika kalau sama lipstick. Zaman dulu sebelum sosial media hits memang saya kalap banget kalau ada lipstick nude buat skintone saya yang super golden.

Tapi kalau zaman sekarang rasanya banyak brand yang sudah sadar variasi skintone sehingga warnanya lebih wearable. Dan selama kita masih punya lipstick dengan warna kesayangan tersebut, tidak usah takut akan kehabisan sebelum dapat backup. Karena satu lipstick konvensional yang dipakai setiap hari bisa bertahan 6 bulan bahkan lebih. Dan liquid lipstick bisa bertahan 3 bulan dengan volume 2.5 ml.

Jadi teman-teman, jangan sampai

26240813_1222455081219661_3962051600772000926_o

STOP. Because we don’t need it. We just want it. Meskipun harganya murah. Stop, karena kalau sampai tidak dipakai, yang dibuang itu uang.

Bagaimana dengan foundation?

Foundation saya punya beberapa, suprisingly masih layak pakai semua/ tidak ada yang terbuang karena kadaluarsa. Dan bahkan sudah mau habis.

Untuk foundation kalau kita tipe yang ga tahan untuk ga beli foundation, pertama kita harus tau jenis kulit kita dan kemana foundation tersebut akan kita pakai. Dan undertone kita. Usahakan untuk selalu mencoba tekstur foundation langsung di konter, dan TAHAN untuk tidak membeli sebelum bisa coba langsung. Meskipun influencer yang di sana sudah heboh, yang di sini sudah jungkir balik. Ingat, mereka dibayar. Influencernya mau bule atau mau bangsa indonesia, mereka dibayar.

Beli foundation juga  tidak bisa hanya jalan-jalan ke konter, dipromosiin mbaknya, dicoba di tangan DAN LANGSUNG BELI. No you CAN NOT do it. Kalau saya dan teman-teman, seandainya ragu, Ya kita datang dengan muka polosan atau minimal pake primer andalan, setengah muka kita oles undertone A, setengah lagi B. Kemudian kita harus berani untuk bilang ke BAnya kalau kita mau tes dulu daya tahan dan akan oxidized atau tidak foundation tersebut meskipun nanti BAnya jutek, bodo amat, kalau kita beli mahal-mahal dan ternyata tidak cocok kan yang rugi kita, BAnya mah dapet komisi karena berhasil menjual. Dan memang bukan hak BAnya juga melarang kita test dulu foundationnya beberapa lama, justru kewajiban mereka untuk menjelaskan kelebihan dan kekurangan foundation tersebut. Kalau dia tidak bisa menjelaskan ya sudah, dia tidak menguasai produk, tidak usah merasa tidak enak.

18556660_1226790014119501_2338486483907614547_o

Ini nih kekurangan BA di Indonesia, banyak tidak menguasai produk dan pelit sekali tersenyum. Beda dengan BA Butik kosmetik YSL di Pavilion Kuala Lumpur yang saya kunjungi minggu lalu. Mereka benar-benar friendly dan kerjaannya bukan hanya promo produk baru, tapi benar-benr mencari yang cocok dengan kulit kita meskipun harus ngubek-ngubek laci.

Intinya kalau mau beli foundation kita harus niat untuk mencoba, meskipun harus habis waktu seharian. Daripada beli sejuta, eh ga bisa dipakai sampai habis.

Apa lagi ya? Rasanya kalau makeup untuk saya dua itu yang paling banyak mengeluarkan budget. Bedanya lipstick ini termasuk kebutuhan sangat tersier sedangkan foundation masih bisa masuk kebutuhan primer untuk kategori makeup karena kulit saya tidak bisa kena bedak sebelum dialasi foundation.

Untuk item makeup yang lain :

Tips beli blush on : Beli satu kali palette blush on yang langsung isi 5 warna atau sepuluh warna karena lebih hemat, bisa dikombinasi, tidak rawan bosan. Kalau mau beli per satuan, hindari beli online agar tidak tertipu warna di komputer

Tips beli bedak : Bedak dibagi jadi dua, finishing dan setting. Setting tujuannya sesuai nama : Set, mengeset foundation/ concealer/ krim ditempatnya, setting powder biasanya tidak berglitter, hanya flat matte saja. Sedangkan finishing tujuannya untuk mengarahkan ke finish yang kita inginkan, mulai dari glitter yang subtle sampai sebesar-besar lampu disko. Cara menggunakannya pun berbeda. Setting powder di press-and-roll sedangkan finishing powder kuasnya hanya dilambai-lambai halus agar tidak cakey.

Powder saya punya 3 : satu loose setting powder, satu pressed setting powder untuk saya bawa-bawa di tas, satu finishing powder yang awalnya sempat saya sesali karena tidak mengerti cara pakainya.

Kalau sudah punya tiga itu dan masih ingin beli bedak lagi, fix, mubazir.

Tips beli maskara : Pelajari mau kita dulu, suka yang finish natural atau finish dramatic bold syalala. Beli satu aja, ga usah banyak2, karena maskara meskipun disegel dan disimpan kalau cara penyimpanannya salah, ketika dipakai akan clumpy. Padahal barang aslinya tidak sejelek itu.

Tips beli tools : Tools menurut saya sesuatu yang bisa kita jadikan investasi sih, karena dia tidak akan kadaluarsa dan sangat menentukan hasil makeup juga. Beli brushminimal yang basic. Dan sponge seperti Beautyblender dan Real Techniques sebetulnya sudah sangat lebih dari cukup untuk pemula karena bisa dipakai untuk apply foundation, apply bedak, blush on dll dan gampang sekali dibersihkan. Karena sponge harus lembab untuk dipakai jadi setelah dicuci tidak usah menunggu kering tapi harus diperas sampai lembab, jangan dipakai dalam keadaan basah karena membuat makeup kita patchy.

Okay sekian tulisan saya mengenai tips belanja makeup dan skincare. Mungkin ini masih jauh dari cukup untuk menjelaskan semuanya. Tapi hal-hal ini minimal harus ada di otak kita sebelum belanja.

Tips pastinya : Kalau barang itu tidak kamu butuhkan hari ini, berarti kamu tidak butuh. Jadi ga usah buru-buru dibeli.

See you on my next post! 🙂

Sumber meme qasidah : https://web.facebook.com/pg/qasidahmemes/photos/?ref=page_internal

clinique, Drugstore Brand, L'oocitane, Shu Uemura, Skincare

Secuil Review Mengenai Oil Cleanser

Hai! saya kembali lagi, kali ini saya ga akan membahas review produk satu per satu secara detil tapi akan langsung segambreng dan langsung ke bagian-bagian detail.

Di post kali ini saya akan membahas mengenai oil cleanser yang saya pakai dalam 3 tahun terakhir. Ada beberapa tetapi ini tidak semuanya. Yang akan saya bahas di post kali ini adalah yang sering ditanyakan perbandingannya oleh beberapa teman dekat saya.

DSC01316 copy

Continue reading “Secuil Review Mengenai Oil Cleanser”

Lancome, Skincare

Skincare Favorit Saat Ini : Lancome – Advanced Génifique Youth Activating Serum

Kembali lagi bersama saya setelah sekian juta tahun mangkir, bukan karena ga ada ide tulisan… idenya BANYAK banget yang ngantri di kepala, yang sulit didapatkan adalah waktu dan tenaga berhubung lagi hamil anak ke-2.

Jadi beberapa waktu yang lalu saya sempat update di Instastory perihal apa sih yang mau dibahas di blog di tulisan yang akan datang? Apa skincare favorit? Atau makeup on the go alias makeup yang saya bawa buat traveling ke empat kota selama sebulan kemarin? Dari hasil polling yang menang adalah skincare favorit.

Rasanya udah tertebak ya, di instagram saya sering sekali nge-rave Lancome. Mulai dari serinya yang Energie de Vie sampai ya ini Advanced Génifique Youth Activating Serum yang saya pakai sebagai pengganti SK II FTE selama 5 bulan terakhir ini.

DSC01231 copy

kombinasi favorit saya saat ini, sudah saya gunakan selama 5 bulan secara rutin tanpa tambahan serum atau cream lainnya

Continue reading “Skincare Favorit Saat Ini : Lancome – Advanced Génifique Youth Activating Serum”